Tips Sederhana Cara Mengelola Keuangan Anda Secara Efektif?

Juni 25th, 2011 by admin

Sebagai remaja, kita juga harus bisa mengelola keuangan kita secara efektif. Kalau tidak, nanti jangan-jangan pemborosan.

Kebiasaan dari kita adalah sulit untuk mengendalikan diri untuk terus belanja walaupun sebenarnya penghasilan kita pas-pasan. Sehingga kalau kita benar-benar peduli dengan kondisi keuangan kita…pasti kita akan terkejut tatkala mengetahui bahwa pengeluaran kita ternyata jauh lebih besar dari pemasukan. Nggak peduli berapa pun jumlah pemasukan anda…kalau anda nggak bisa kelola keuangan dengan baik dan disiplin…maka anda akan gagal. Lebih lanjut simak artikel berikut:

Aturan pertama apabila anda ingin sukses dalam keuangan adalah belanjakan uang lebih sedikit dari pendapatan yang diperoleh. Jika tidak bisa melakukan hal itu, anda tidak akan pernah sukses dalam keuangan. Sekeras apa pun usaha anda, berapa pun banyak waktu yang anda habiskan untuk bekerja, berapa pun banyak peluang-peluang yang anda terima, atau berapa pun banyak uang yang berhasil anda hasilkan…..anda akan gagal dalam mengeola keuangan anda!

Ini adalah aturan yang sederhana, dan kebanyakan orang menerimanya sebagai aturan yang masuk akal. Namun pada kenyataannya banyak orang tidak mempunyai tabungan dan banyak hutang, berarti aturan masuk akal ini tidak dipatuhi.

Berikut ini adalah 10 sebab yang menjadikan seseorang melakukan pembelanjaan yang berlebihan, dan mungkin saja ini juga terjadi pada saya dan anda.

1. Menjaga status di mata orang lain

Faktor psikologi memainkan peran yang besar di dalam kebiasaan belanja kita. Kita ingin merasa sukses atau lebih sukses dibanding orang-orang di sekitar kita. Kita membelanjakan banyak uang untuk menjaga gambaran itu di mata mereka. Padahal di dalam kenyataannya orang-orang itu juga tidak bisa membeli seperti yang dibeli oleh kita secara habis-habisan.

2. Menghindari kenyataan

Adalah mudah membelanjakan uang secara berlebihan apabila kita melupakan rekening-rekening tagihan kita. Kebanyakan orang tidak acuh pada situasi sesungguhnya dari keuangan mereka karena mereka ketakutan untuk memperhatikan kekacauan yang sebenarnya terjadi. Dan itu menjadi lebih mudah untuk sementara dengan menghindarinya. Mereka akan membayar sejumlah pembayaran minimum dari kartu kredit dan kemudian menambah lagi pemakaiannya atau membuka pinjaman baru lalu mengabaikan jumlah keseluruhan hutang yang terus bertambah.

3. Menghitung uang yang belum pasti akan diterima

Banyak dari kita menghabiskan cadangan uang atau meminjam sejumlah uang dan berharap mendapatkan lain sebagai ganti. Misalnya ada rumor mengenai bonus akhir tahun yang belum pasti kebenarannya, atau THR dengan jumlah tertentu. Kita sering terlalu optimis tentang uang yang akan datang berikutnya. Uang itu dibelanjakan sebelum diterima, dan akhirnya – dan ini sering terjadi – jumlahnya tidak sebanyak yang telah dibelanjakan.

4. Uang plastik tidak sama rasanya dengan uang sebenarnya

Pada umumnya kita akan belanja berlebihan di saat menggunakan kartu kredit dibandingkan dengan uang tunai. Ketika kita menggunakan kartu kredit dan kemudian kartu diserahkan kembali oleh kasir kepada kita setelah digunakan, tidak sama rasanya ketika kita membelanjakan uang tunai dan mendapati uang di dompet kita telah berkurang. Kartu kredit tetap utuh kecuali batas kredit terpenuhi, sedangkan uang tunai bisa lenyap.

5. Kepuasan segera

Semua ini mengenai sifat yang mendasar dari kita. Kita telah dibombardir oleh mentalitas yang ingin puas dengan segera. Seperti misalnya “Obat penghilang rasa sakit dengan cepat”, “makanan siap saji”, atau ada pesan iklan “beli sekarang, bayar kemudian”. Apabila kita masih bersikap mental seperti itu, kita akan terus dimanfaatkan oleh produsen karena kita selalu menginginkan apa yang kita mau sekarang juga, tanpa mau tahu bagaimana nanti kita membayarnya.

6. Gaya hidup yang meningkat

Banyak orang mengalami peningkatan biaya hidup seiring dengan peningkatan pendapatan mereka. Tapi tidak pernah terjadi hal sama apabila terjadi penurunan pendapatan. Apabila kita terbiasa dengan suatu gaya hidup tertentu, maka sangat sulit untuk menurunkannya, sekali pun situasi keuangan kita memburuk.

7. Lemah seperti anak-anak

Barangkali masih ada sifat kekanak-kanakan kita yang tidak pernah bisa memegang uang dalam waktu lama karena tidak tahan dengan godaan dan selalu ingin segera menghabiskannya, atau kurangnya pemahaman keuangan menjadi suatu alasan kita membelanjakan uang secara berlebihan.

8. Perasaan akan kekuasaan

Membelanjakan uang seringkali membuat orang merasa kuat dan berkuasa. Semakin banyak mereka berbelanja, semakin kuat dan berkuasa rasanya, dan satu-satunya cara untuk mendapatan kembali rasa berkuasa tersebut adalah dengan membelanjakan lebih banyak uang lagi.

9. Membuktikan harga diri

Seseorang yang membeli sebuah mobil terbaru idaman banyak orang, misalnya, akan merasa telah membuktikan bahwa dia sudah menjadi orang yang sukses. Karena bagi sebagian orang apa yang dibelinya menjadi ukuran penghargaan orang lain terhadap mereka.

10. Tidak bisa berkata tidak

Sebagian orang merasa gagal ketika mereka tidak bisa memenuhi keinginan orang lain. Misalnya mainan baru yang mahal yang sangat diinginkan anak-anaknya, peralatan rumah baru yang sangat diidamkan istrinya, atau sebuah acara jalan-jalan keluar bersama teman-teman lama. Sebagian orang sulit berkata tidak, bahkan ketika mereka tidak bisa memenuhinya sekali pun.

Rencana Hidup Itu Penting

Juni 25th, 2011 by admin

Sebagai seorang remaja, kita harus punya perencanaan dalam setiap kegiatan. Hal ini tidak boleh kita abaikan sebagai seorang remaja. Agar kehidupan kita kelak tidak berantakan.

Perencanaan adalah hal yang sangat penting dalam setiap kegiatan yang akan kamu lakukan. Tidak peduli apa profesimu entah pengusaha, wiraswastawan, olahragawan, atau pelajar, perencanaan yang baik menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dan kegagalanmu. Kamu membuat perencanaan tidak hanya saat kamu mengerjakan proyek besar, tetapi hal-hal sederhana seperti liburan, pesta ulang tahun atau pertandingan olahraga, semua itu memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang untuk mencapai hasil yang maksimal. Seperti kata pepatah: by failing to prepare, you’re preparing to fail… By failing to plan, you’re planning to fail.

Berikut ini adalah 10 manfaat memiliki rencana dalam hidupmu:

1. Sebagai panduan dalam membuat keputusan atau bertindak


Inilah salah satu tujuan utama mengapa kamu harus memiliki rencana dalam hidup karena rencana memberimu panduan kemana arahmu berjalan. Kamu juga akan lebih mudah saat mengambil keputusan, karena kamu memiliki pegangan hidup supaya keputusanmu tidak membuatmu melenceng dari tujuan. Bayangkan jika kamu tidak memiliki rencana, kamu akan seperti orang yang tersesat karena kamu tidak memiliki sesuatu yang bisa menuntunmu ke tujuanmu. Apa kamu bisa membangun sebuah gedung 20 lantai dengan langsung membuat pondasinya, tanpa membuat desainnya terlebih dahulu? Tidak, kan.

2. Mengetahui perkiraan modal yang dibutuhkan


Dengan terlebih dahulu membuat perencanaan, kamu bisa mengetahui seberapa banyak kira-kira modal yang kamu butuhkan untuk merealisasikan rencanamu. Tanpa perencanaan, kamu akan kesulitan untuk memperkirakan pengeluaranmu.

3. Membuatmu memiliki target


Setiap rencana pasti memiliki target yang harus kamu capai, entah per jam, per bulan, atau per tahun dan itu akan membawa hidupmu ke level selanjutnya ketika berhasil dicapai. Akan sangat menyedihkan apabila kamu tidak memiliki target dalam hidup, karena kamu tidak memiliki sesuatu untuk diperjuangkan.

4. Membantu untuk tetap fokus


Adakalanya saat kamu bekerja, kamu akan menghadapi gangguan-gangguan yang membuatmu kehilangan fokus dan berjalan ke luar dari jalur. Nah, dengan memiliki rencana, kamu dapat dengan mudah untuk kembali ke jalur yang benar. Caranya adalah dengan mengingatkan dirimu sendiri bahwa kamu memiliki pekerjaan yang harus kamu selesaikan dan target yang harus kamu capai agar rencanamu dapat berjalan dengan baik.

5. Membuatmu untuk tetap termotivasi


Semakin banyak yang bisa kamu selesaikan dari rencanamu, membuatmu semakin termotivasi untuk melangkah dan motivasi yang besar itu akan meningkatkan produktivitasmu juga. Kombinasikan rasa puas terhadap keberhasilanmu itu dengan impian-impian seperti ingin membahagiakan orang tua dan pasangan, ingin memiliki keluarga yang bebas masalah finansial, atau ingin berkeliling dunia maka saya jamin motivasimu akan semakin berlipat ganda.

6. Siap untuk hal-hal yang buruk


Keuntungan lain memiliki rencana adalah kamu sudah memiliki tindakan preventif, antisipatif, dan alternatif ketika rencana utamamu tidak berjalan sesuai yang kamu harapkan. Jika sesuatu yang buruk terjadi (misalnya perubahan pasar, krisis ekonomi, perubahan cuaca, dll), kamu mampu beradaptasi dan bertindak sesuai dengan situasi. Ini merupakan hal yang penting, karena di dunia ini sesuatu yang buruk bisa datang kapan saja dalam bentuk apapun. Tentu saja supaya kamu bisa tetap survive, kamu harus mempersiapkan rencanamu secara matang.

7. Dapat memanfaatkan waktu secara efektif

Waktu adalah sesuatu yang tidak bisa kamu putar kembali, jadi kamu harus memanfaatkannya secara efektif. Perencanaan dan pengaturan timeline yang baik akan SANGAT membantumu untuk melakukan itu karena kamu sudah tahu kapan harus mengerjakan ini dan itu dan kapan harus beristirahat. Pemanfaatan waktu yang efektif akan membuatmu lebih cepat mencapai tujuan hidupmu.

8. Dapat menggunakan sumber daya secara efektif


Ketika kamu bekerja di lingkungan yang serba terbatas, kamu akan mampu untuk memanfaatkan segala sumber daya baik modal maupun SDM secara maksimal. Seberapa efektif kamu memanfaatkan sumber daya yang kamu punya akan sangat menentukan output/hasil akhir yang kamu terima. Prinsipnya adalah mengeluarkan sedikit, hasil lebih besar (Spend less, greater result). Dengan perencanaan, kamu bisa melakukannya sejak awal kamu melangkah.

9. Mengurangi resiko dan ketidakpastian


Tentu saja tidak ada yang pasti di di dunia ini dan resiko selalu ada saat kamu melakukan sesuatu. Namun, dengan perencanaan yang baik, kamu dapat mengurangi kemungkinan hal buruk terjadi secara signifikan. Karena seringkali, meskipun bukan satu-satunya faktor, hal yang buruk terjadi karena kurangnya perencanaan dan persiapan.

10. Membuatmu lebih tenang dalam bertindak


Tidak adanya perencanaan dan persiapan, akan membuatmu tegang dan gelisah saat bekerja. Dengan merencanakan segala sesuatunya terlebih dahulu, secara psikologis kamu akan lebih merasa tenang karena kamu yakin bahwa kamu sudah siap.


Lima Investasi Paling Penting Kehidupan

Juni 25th, 2011 by admin

Bagi anda para remaja, harus ingat lima investasi paling penting buat kehidupan ini. Agar kehidupan di masa berikutnya tidak sia-sia dan lebih berguna.

Investasi yang paling penting dalam hidup yang pertama bukanlah sebuah rumah atau saham, namun adalah orang-orang yang anda ajak berteman dan siapa yang Anda jadikan pedoman. Orang yang Anda ajak berteman akan memberikan dampak terbesar pada kehidupan Anda. Uang tidak akan membawa Anda peluang, begitu pula rumah. Hanya orang-orang disekitarlah yang dapat memberikan orang lain kesempatan. Hanya temanlah yang dapat membantu seseorang.

Investasi yang paling penting kedua dalam hidup adalah waktu. Setiap orang hanya memiliki waktu 24 jam sehari. Apa yang Anda lakukan dengan waktu Anda ini? Apakah Anda menggunakan waktu Anda berpikir masa depan, menonton sinetron atau berkomunikasi dengan orang lain? Jika Anda membagi pendapatan bulanan Anda dengan 30 hari dan kemudian dibagi lagi dengan 24 jam, Anda akan mengetahui nilai waktu Anda per jam.

Investasi yang paling penting ketiga dalam kehidupan adalah kesehatan. Jagalah pikiran dan tubuh Anda dalam harmoni. Tubuh ini akan Anda bawa seumur hidup. Pikirkan tentang perumpamaan berikut: Jika kapal bocor, apakah ia masih juga bisa berlayar di laut?Kesehatan jiwa adalah dasar bagi kita untuk mengelola kehidupan kita dalam dunia yang kompleks ini. Pikirkan tentang perumpamaan berikut: Bahkan sebuah kapal terbaik pun jika tidak memiliki kapten yang baik, ia masih akan mengalami kesulitan.

Investasi yang paling penting keempat dalam hidup adalah karir Anda. Pemilihan pekerjaan yang tepat adalah penting. Saat ini pria dan wanita lelah bekerja pada bidang yang salah. Namun bahkan jika Anda memilih bidang yang tepat, tetapi tidak memiliki pemimpin yang tepat, Anda mungkin akan menyesali waktu yang dihabiskan pada pekerjaan itu.

Investasi yang paling penting kelima dalam hidup ini adalah pasangan Anda. Manusia adalah makhluk sosial dan hidup dalam hubungan sosial. Memiliki pasangan dalam hidup adalah hubungan yang paling intim di antara berbagai hubungan sosial yang potensial. Seorang pasangan yang baik dapat membantu seseorang mengatasi situasi sulit. Seorang pasangan yang baik adalah sebuah pelabuhan yang aman bagi jiwa seseorang. Sebagian besar hidup seseorang tergantung pada pasangan yang ia pilih. Pilihan ini akan mempengaruhi setiap detail kehidupan sehari-hari Anda.